Rabu, 23 Januari 2013

ES KRIM DAN KAMU ^_^ # 2

Setelah melakukan pengobatan selama beberapa bulan, akhirnya kami kembali ke Bandung. Kakakku sudah mengurus cuti kuliahku, sementara mama selalu ada dan mengawasiku setiap saat. Ini adalah hari ketiga setelah aku kembali dari Singapore. Kejenuhan memang sudah menghantuiku, aku benar-benar putus asa. Keseharianku hanya diam, diam dan diam. Beberapa temanku sudah mulai menjengukku, mereka bilang, mereka sangat merindukan aku. Sahabatku Alia, Isma, Jihan dan Wuri selalu memberiku semangat. Mereka menyempatkan diri datang ke rumah untuk menemaniku, mereka bercerita dan berusaha menghiburku. Walaupun tak sepatah katapun keluar dari bibirku. Hanya air mata yang dapat melukiskan perasaanku saat ini. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Semua ini telah merenggut kebahagiaanku. Kebahagiaanku sudah hilang, semua hilang dan hanya menyisakan kenangan. Rifky, sampai saat ini kau tak pernah datang di mimpiku. Kau tau? Aku sangat merindukanmu..

"Thira, ada telepon untukmu sayang." Aku mengangguk, dan mama memberikan handphone itu padaku.
"Halo, Thira ini saya Malik dari Stylove Agency. Management bilang, kontrak kerja kamu dengan pihak Amirel Parfume sudah selesai dan tidak akan diperpanjang, selain itu beberapa job kamu sudah kami pindah alihkan dikarenakan dengan keadaan kamu yang belum sehat benar. Thira, kami turut berduka cita, tabah ya. Semoga Tuhan memberikan yang terbaik untuk kamu. Maafkan kami Thira, kami tidak bermak...."
Aku mematikan handphonenya dan memberikannya kembali pada mama. Mama memelukku erat dan mama menangis. "Thira sayang, jangan pernah putus asa ya. Mama yakin, kamu pasti bisa."

Keesokan harinya, kak Adam mengajakku jalan-jalan ke taman komplek dekat rumah. Kak Adam mendorong kursi roda dan banyak menceritakan keadaan sekitar. Aku mendengar riuhnya anak-anak yang bermain, sepertinya mereka berlari kesana kemari. Kudengar tawa, canda dan semuanya memang sangat indah, tapi sayang aku sama sekali tak bisa melihatnya. Kak Adam menghentikan langkahnya, "Thira ini kolam ikan, biasanya kamu senang main ikan disini. Kamu mau disini?" Akupun mengangguk.
"Astagfirullah, Thira, dompet kakak ketinggalan, kamu gak apa-apa kakak tinggal sebentar?" Kembali aku jawab dengan anggukkan kepala. Kak Adampun bergegas pergi dan aku mulai menikmati suasana taman seorang diri di dekat kolam ikan, duduk di kursi roda dan tidak bisa melihat apapun. 

"Thirafi?", kudengar seseorang memanggilku dan suaranya terasa asing bagiku.
Aku mengernyitkan dahi dan rasanya kali ini aku ingin bicara. Tapi tetap aku tahan dan aku masih tak berkata-kata.
"Thira, perkenalkan saya Lian. Saya satu kampus dengan kamu, tapi kita beda jurusan. Saya mahasiswa fakultas kedokteran."
Aku merasa lelaki ini lelaki yang baik, aku juga tidak merasa risih dengan kehadirannya, bahkan untuk pertama kalinya setelah kecelakaan itu terjadi, aku baru berbicara lagi. "Ya, salam kenal. Saya Thirafi."
"Hehehe, iya saya sudah mengenal kamu sejak lama. Siapa sih yang tidak mengenal kamu?"
"Ah biasa aja."
"Thira disini sendiri?"
"Enggak, tadi sama kak Adam. Tapi dia lagi ambil dulu dompet di rumah. Sebentar lagi juga dia balik kok."
"Thira.."
"Ya?"
"Thira mau es krim?"
"Boleh kalau tidak merepotkan.", Thira tersenyum. Tersenyum untuk pertama kalinya.
"Ini, es krim coklat vanila kesukaan kamu."
"Loh, kok kamu tau?"
"Iya aku kan Thirafriends." (nama fansnya Thira)
"Hehe, aku jadi malu. Makasih ya buat es krimnya."
"Iya Thira sama-sama."

Suasana sore itu terasa hangat, dan aku mulai merasakan sedikit energi untuk bisa kembali menikmati hidup. Lian yang baru aku kenal, sungguh membuat aku merasa sangat nyaman. Aku yakin dia orang yang baik dan menyenangkan. Alhamdulillah ya Allah untuk pertama kalinya lagi aku tersenyum dan berbicara. Semoga ini adalah awal yang baik untukku.. aamiin..

"Thira tadi sore ngobrol sama siapa?" tanya kak Adam.
"Dia temen Thira kak, namanya Lian."
"Oh ya? Mama kok baru tau kamu punya temen yang namanya Lian?"
"Iya ma, Thira juga baru kenal tadi sama Lian, ternyata kita satu kampus loh ma, tapi dia anak kedokteran."
"Dia pasti kenal sama adiknya kakak yang cantik ya?", goda kak Adam.
"Ah kak Adam bisa aja, dia sih bilangnya kalo dia Thirafriends hehehe."
"Ciyee, anak mama fansnya nambah lagi."
Suasana makan malam kami menjadi berwarna, aku tak lagi murung atau menangis, aku mulai bisa bercanda dan kembali membuka percakapan. Sungguh menyenangkan, aku bisa merasakan duniaku mulai kembali hangat dan berwarna. Lian, aku yakin kamu bukan sekedar Thirafriends yang dengan iseng tiba-tiba muncul di taman, kamu juga pasti gak sok tau ngasih es krim kesukaan aku. Terima kasih untuk awal yang baik di pertengahan Januari 2013 ini.



-aulianuranisa-

ES KRIM DAN KAMU ^_^ # 1

Matahari masih bersinar dengan teriknya. Aku terdiam dan hanya bisa merasakan hembusan angin. "Thira mau makan sekarang nak?" tanya mama padaku. "Thira kalau mau makan atau butuh apa-apa, panggil mama saja ya. Thira gak usah khawatir nanti mama pasti turuti apa yang Thira mau." Aku masih terdiam dan tak mengiyakan penawaran dari mama. "Thira?" Aku masih tidak bisa berkata-kata. Kudengar langkah kaki mama menjauh dariku, sepertinya ia kembali ke dalam rumah. Air mata ini mengalir dengan sendirinya, aku sungguh merasa tak berguna, sangat tidak berguna. Batinku berontak dengan keadaan yang terjadi padaku saat ini. Kecantikan parasku seolah memudar dengan hilangnya indera penglihatan yang sebelumnya aku miliki. Ya, saat ini aku tidak bisa melihat. Aku si gadis cantik yang dikenal banyak orang, aku si gadis cantik yang banyak disukai lelaki, aku si gadis cantik yang memiliki kesempurnaan fisik dan akulah si gadis cantik yang malang dan menyedihkan, Thirafi Alika Fadillah.

Semua ini berawal ketika aku akan menemani kekasihku, Rifky untuk latihan di arena balapan. Ya, Rifky adalah seorang pembalap. Saat itu kami sudah menjalin hubungan selama empat bulan, dan jujur aku sangat menyayanginya. Dia laki-laki yang baik, sopan, bertanggung jawab dan pastinya dia tampan. Aku sempat melihat profilnya di salah satu majalah remaja saat aku kelas 11 SMA. Dia sangat mempesona, aku bahkan tak pernah menyangka bahwa saat ini akulah kekasihnya. Ini semua seperti mimpi, awalnya kami bertemu di suatu lokasi pemotretan di kawasan Lembang, Jawa Barat. Aku mengenalnya tapi dia tidak mengenalku, singkat cerita aku dengan mengumpulkan segala keberanianku mencoba untuk meminta tanda tangannya di buku kecil yang sudah aku sediakan. Dia sangat ramah dan sangat baik, aku benar-benar jatuh cinta padanya. Hingga akhirnya kami melakukan pendekatan dan kamipun meresmikan hubungan kami. Tapi kisah kami tidak berjalan mulus, kami harus berpacaran jarak jauh. Rifky di Jakarta sedangkan aku di Bandung. Namun, aku percaya penuh pada Rifky begitupun sebaliknya. Kisah kami sempat menjadi trending topic di twitter bahkan followers kami sama-sama mendukung hubungan kami. Hal terindah dalam hidupku adalah aku pernah memilikinya. Ya, aku pernah memilikinya walau hanya sebentar, sebelum akhirnya dia pergi dan meninggalkan aku selamanya. Selamanya..

Jakarta, 15 Juli 2012 adalah musibah bagiku, aku tak menyangka bahwa hari itu adalah hari terakhir kebersamaan kami sesaat setelah kami merayakan hari jadi kami yang keempat bulan. Hari itu, aku menemui Rifky di arena balap, kami memang sengaja untuk bertemu disana. Dia meminta maaf karena tak bisa menjemputku. Aku sangat mengerti, dia sedang berlatih untuk salah satu perlombaan yang akan ia ikuti beberapa hari mendatang. Aku memberinya semangat di kejauhan, aku berteriak dan terus memberikan dukungan padanya. Kemudian setelah istirahat, dia memintaku untuk menemaninya, "Sayang, mau coba jadi pembalap?" Aku takut karena aku memang belum pernah mencobanya, "Tapi aku takut sayang." Dia menggenggam erat tanganku, "Percayalah, aku akan membuatmu aman, temani aku untuk yang pertama dan terakhir kalinya. Aku janji, hanya kali ini saja kamu menemaniku." Akupun menyanggupi permintaannya. Sungguh itu adalah hal yang sangat mendebarkan dalam hidupku. Firasatku sungguh tidak enak, aku ingin melarangnya tapi aku tak bisa, tidak bisa....

"Selamat bulan keempat Thirafiku sayang. Terima kasih sudah menjadi belahan jiwaku, terima kasih sudah menjadi penyemangat untukku, terima kasih untuk semua perhatian dan kasih sayangmu padaku, terima kasih telah kau jadikan aku lelaki yang paling beruntung di dunia ini. Thira, I LOVE YOU SO MUCH." kata-kata itu Rifky ucapkan saat di dalam mobil, ia memasangkan sabuk pengamanku dan ia memastikan aku sudah aman. Ia mengecup keningku dan ia memakaikan aku sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. Saat itu senyumnya sangat indah, aku merasakan kedamaian saat ada di dekatnya. Aku benar-benar merasa ia sangat sempurna. "Terima kasih juga sudah memberikan aku cinta, maaf jika aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Aku akan berusaha menjadi yang terbaik yang bisa membahagiakanmu." ujarku dengan haru. "Apapun yang terjadi, berusahalah, aku tau kamu pasti bisa. Thira, aku bahagia. Aku bahagia bersamamu." Rifky mulai berkonsentrasi dengan mobilnya. Aku berdoa dan memejamkan mata, aku sempat melihat wajahnya tampak bersinar, ia lebih tampan dari biasanya. "Rifky, aku menyayangimu." Perlahan mobil mulai hidup, detak jantungku mulai cepat dan semakin cepat. Diputaran pertama Rifky masih bisa mengendalikan mobil dengan sangat baik, tak lama kemudian "Thira, pegang yang erat, tutup matamu. Maafkan aku, aku minta maaf, Thira aku sayang kamu. Thira maafkan aku." Belum sempat aku membalas pernyataannya, kecelakaan itu terjadi. Aku tidak mengerti kenapa itu terjadi, mobil Rifky kehilangan kendali hingga akhirnya menabrak pembatas dan akhirnya terjungkal hingga terbakar. Aku berteriak dan aku tak sadarkan diri.

Setelah kecelakaan itu terjadi, aku mengalami koma selama 2 hari dan keadaanku sedikit lebih baik dibandingkan Rifky. Nyawa Rifky tidak terselamatkan saat di perjalanan menuju rumah sakit. Itu semua adalah awal dari penderitaanku. Awal yang buruk untukku, sungguh ini adalah musibah paling berat bagiku. Aku kehilangan penglihatanku, wajahku nyaris rusak dan berbekas luka bakar. Belum lagi proses pemulihan yang cukup lama untukku. Hingga akhirnya keluargaku melarikan aku ke Singapore untuk menjalani proses pengobatan lanjutan. Wajah dan tubuhku mulai membaik dan keadaanku mulai stabil. Namun, mata ini tak lagi bisa seperti dulu, aku tak bisa melihat apapun. Hanya ada bayang gelap, tak ada warna indah yang bisa aku lihat. Oh Tuhan, inikah awal dari masa depanku?



-aulianuranisa-

Kamis, 17 Januari 2013

Nostalgia Anak Sekolah Dasar



Foto itu salah satu foto yang diambil pas acara perpisahan sekolah di SDN Gentra Masekdas 1 angkatan tahun 2004 - 2005. Kangen banget deh liat aku pake seragam merah putih, pake sepatu semata kaki, kaos kaki semata kaki, tas gendong, khas anak SD lah ya ^_^

Sekarang udah taun 2013, hehehe udah 7,5 tahun itu fotonya.. aku dulu paling kecil di kelas, paling bontot alias gak tinggi :( temen-temen suka pada ngeledekin gara-gara pipi aku chubby, belum lagi postur tubuh pendek, alhasil banyak sapaan aneh dari temen-temen, mulai dari baso, bapao, boncel, aduh masih banyak deh.. dasar bocah ya doyan amat ngeledek temen sendiri -___-"

Bener-bener masa yang nyaman buat nikmatin hidup itu ya pas masih anak-anak. Dulu aku mikir pengen cepet-cepet jadi orang dewasa, biar ga dianggap anak kecil lagi. Eh begitu udah dewasa aku sadar, semakin dewasa usia kita, malah semakin banyak hal yang harus bisa dipelajari untuk bahan pembelajaran kedepannya. 

Jujur deh, kangen banget pas jadi anak SD hehe, suka jajan ngegerombol bareng temen-temen, nongkrong so iye di kantin, pas jadi kakak kelas berasa paling keren (aduuuh), belum lagi pas lagi jamannya cinta-cintaan wkwk rempong sih kalo inget pacaran anak SD jaman dulu. Dulu sih masih musim ya main surat-suratan, teleponan di wartel atau muter-muter cari telepon koin (biar murah), yang punya HP masih bisa diitung pake jari, itupun HP yang super amazing, tebelnya minta ampun, layarnya monokrom hehehe belum lagi gamesnya ular, kartu yang kaya gitu deh ehehehe. Kalo dipikir-pikir mah beda jauh ya ama bocah SD jaman sekarang, udah pada ngerti Blackberry, Facebook, yang kaya begitu deh. Ettt dah, jaman itu emang bener-bener cakep dan semakin unpredictable ya ._.

Yang aku kangenin itu guru-gurunya, temen-temen, semua penghuni sekolah, ruangan kelas, kantin, lapangan aaaah pokonya semua mua mua muaaanya bikin kangen ga nahan. Jadi kangen main sepak bola pake bola kasti deh hehehe, main lompat tali, ucing sumput (petak umpet), polisi-polisian, buaya-buayaan, dan yang paling amazing itu kontes nyanyi (dulu lagi jamannya AFI) ahahaha gokilnya parah. 

Oke kayanya curcolnya segini aja dulu deh hehehe.. Missing you all my friends :) Thank's you've been something which colored my childhood ^_^ Hope we can meet in other time, get success all :D

Rabu, 15 Agustus 2012

Taaruf Dalam Islam



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiK6BaKaWcSQCqhSqb7NPo-AXRiT2ak6hbEIkdDXrBWgufrp0nnFNw7SqNVJgvTkoCaKXpAZ8tu7i7Hax436GNcmSe0PfIIIoiiuYC4TkcBh7FIr45RN5KfLtCMtDmp3bjZ0uhWkhiHsKCC/s1600/taaruf.jpeg

Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi, kalau pada masa ini kita bilang berkenalan bertatap muka, atau main/ bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan dengan penghuninya. Bisa juga dikatakan bahwa tujuan dari berkenalan tersebut adalah untuk mencari jodoh. Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk dilanjutkan ke jenjang khitbah - taaruf dengan mempertemukan yang hendak dijodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan, taaruf sangat berbeda dengan pacaran. Taaruf secara syar`i memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta’aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat. Jika tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina, dan maksiat. Taaruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.


Perbedaan taaruf dengan pacaran

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second, tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil yang ahli memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar-menawar. Ketika melakukan taaruf, seseorang baik pihak pria atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetil, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik, sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya. Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri.

  
Proses taaruf

Dalam upaya ta’aruf dengan calon pasangan, pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi, taaruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Tujuan taaruf

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting. Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.
Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Khusus dalam kasus taaruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh di sana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua telapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena telapak tangan wanita bukanlah termasuk aurat.

Manfaat Taaruf
   Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syariat Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, nge-date dan seterusnya dengan menggunakan alasan taaruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran, sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum menjadi suami-istri.

SEMOGA BERMANFAAT

note : semua kembali pada individu mana yang mau di pilih , mau taaruf atau melalui proses pacaran... yang terpenting niatnya baik dan tulus, bisa mempertanggungjawabkan jalan apa yang di pilihnya kepada ALLAH dan tidak melanggar norma norma.

Senin, 13 Agustus 2012

Coretan Kecil Lagi


Tiadalah aku yang lemah dan tak berdaya
Menahan setiap rasa yang bergejolak dalam dada
Mengindahkan setiap nada demi nada
Dari lantunan syair cinta yang ku dengar
Menutup mata dan membuka hatiku
Membayangkan kesunyian dalam alunan sebuah nyanyian
Hanya ketika aku terdiam, aku merasakan kedamaian
Hati yang seolah lapang dan penuh dengan rasa tenteram
Kuukir dalam hati atas segala kebesaran-Mu yaa Rabb
Untuk setiap nikmat dan karunia yang telah Engkau berikan kepadaku
Jangan biarkan rasa cintaku ini melebihi rasa cintaku kepada-Mu
Jangan biarkan aku terlarut dalam buaian cinta di dunia
Jadikanlah aku manusia yang bisa menahan hawa nafsunya
Manusia yang bisa memberikan tauladan bagi manusia lainnya
Dan manusia yang senantiasa mengabdikan diri pada-Mu
Akulah salah satu butiran kecil yang ada di dunia ini
Salah satu penghuni di bumi pertiwi
Dan salah satu makhluk yang telah Kau tiupkan jiwa kehidupan
Merasakan udara yang bisa ku hirup,
Merasakan air yang mengalir,
Merasakan siang yang terang,
Merasakan malam yang gelap
Dan masih banyak nikmat yang telah Kau berikan padaku
Tanpa bisa aku menghitungnya
Tanpa bisa aku rinci satu per satu
Bahkan tak bisa aku ingkari semua ini adalah kehendak-Mu
Inilah aku dengan segala kerendahanku
Inilah aku dengan segala ketidakberdayaanku
Inilah aku dengan segala kekurangan dan kesalahanku
Aku yang hanyalah insan biasa
Yang lemah raganya dan rapuh hatinya
Hanya Engkau Yang Maha Menguatkan
Engkau Yang Maha Berkehendak
Dan Engkau Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu
Lindungilah aku selalu dalam peluk-Mu
Kuatkan aku dari keterpurukanku
Teguhkanlah imanku
Lapangkanlah hatiku
Dan muliakanlah aku disisi-Mu
Aamiin Yaa Robbal 'Alaamiin


-auley-

Kamis, 12 Juli 2012

Coretan Kecil


ada kalanya orang merasa jenuh dengan apa yang biasa dilakukan,
tak terkecuali aku.. 
aku juga merasa jenuh dengan keseharianku
terkadang, aku menginginkan satu nuansa yang baru
namun kadang aku merindukan apa yang sempat aku miliki di masa lalu..
hal yang sederhana bisa mengubah apa yang sebelumnya kita pikirkan
selalu optimis itu harus,
akan tetapi jangan sampai melebihi apa yang sebelumnya disebut “optimis”
aneh memang, hidup ini penuh dengan berbagai macam misteri
setiap individu memiliki misterinya masing-masing
setiap misteri membutuhkan banyak jawaban
dan setiap jawaban memerlukan banyak usaha dan kerja keras
bukan hidup namanya, jika kita tidak memiliki masalah
jangankan hidup, matipun pasti akan ada masalah
itu semua kembali pada kita yang menjalaninya, 
ada banyak cara untuk bisa membuat hidup jadi lebih baik..
ingatlah untuk selalu bersyukur kepada Dzat Yang Maha Besar
senantiasa berbagi dengan sesama
menjalani hidup dengan ikhlas, sabar dan penuh keyakinan
setidaknya kita bisa membuat hidup kita bermakna,
tak hanya bermakna untuk diri sendiri, akan tetapi bermakna untuk yang lain..
setiap orang punya caranya sendiri untuk membuat hidupnya bermakna
akan tetapi hanya sedikit orang yang bisa memahami makna dari hidupnya sendiri..
jadi, bukankah kita mempunyai banyak pilihan untuk mewarnai hidup kita sendiri?
bukankah kita mempunyai banyak kesempatan untuk memperindah kehidupan?
lalu, sudahkah kita mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di masa depan?
semua itu ada pada diri kita sendiri,
ada dalam hati dan pikiran kita sendiri,
kita yang menentukan, akan jadi apa kelak
namun segala sesuatu tanpa kekuasaan Sang Maha Kuasa tak akan ada artinya
jadilah umat yang senantiasa beribadah dan berniat hanya menyembah pada-Nya
umat yang selalu mencintai dan memuja-Nya
sungguh besar segala sesuatu yang ada di dunia ini
tak akan pernah bisa terhitung apa yang telah kita dapatkan
nikmat dan rahmat-Nya selalu ada setiap helaan nafas kita
ada di setiap untaian doa-doa kita
Dialah yang berhak atas segala-galanya
Dialah yang merajai semua yang ada di dunia ini
Dialah Khalik yang menciptakan alam semesta ini..
sudahkah kita melakukan kebaikan hari ini?
sudahkah kita mengurangi kebiasaan buruk hari ini?
sudahkah kita menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?
bisakah kita menghitung semua nikmat yang telah Ia berikan sampai saat ini?
bisakah kita menghitung semua amalan ibadah yang kita lakukan setiap saat?
bisakah kita menghitung semua dosa yang telah kita lakukan?
hanya Ia yang Maha Tahu dengan semua ini..

Jumat, 27 April 2012

Bila Hati Bercahaya


Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.

Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.

Sayangnya, seringkali orang yang merasa telah berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya di bumi ini – dan dengan demikian merasa telah sukses – suka tergelincir hanya mempergauli dunianya saja. Akibatnya, keberadaannya membuat ia bangga dan pongah, tetapi ketiadaannya serta merta membuat lahir batinnya sengsara dan tersiksa. Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya, ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata, sedangkan ketika gagal mendapatkannya, ia pun serta merta merasa diri sial. Bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimpakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.

Orang semacam ini tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkannya dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla. Mati-matian ia berjuang mengejar apa-apa yang dinginkannya, pasti tidak akan dapat dicapai tanpa izin-Nya. Laa haula walaa quwwata illaabillaah! Begitulah kalau orang hanya bergaul, dengan dunia yang ternyata tidak ada apa-apanya ini.

Padahal, seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Menguasai jagat raya, sehingga hati kita tidak akan pernah galau oleh dunia yang kecil mungil ini. Laa khaufun alaihim walaa hum yahjanuun! Samasekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun di dunia ini. Semua ini tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta yang begitu hebat dan dahsyat.

Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan di dunia ini. Tubuh lekat dengan dunia, tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya. Ada dan tiadanya segala perkara dunia ini di sisi kita jangan sekali-kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya di sisi Allah. Sekali hati ini lekat dengan dunia, maka adanya akan membuat bangga, sedangkan tiadanya akan membuat kita terluka. Ini berarti kita akan sengsara karenanya, karena ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.

Betapa tidak! Tabiat dunia itu senantisa dipergilirkan. Datang, tertahan, diambil. Mudah, susah. Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati, direndahkan. Semuanya terjadi silih berganti. Nah, kalau hati kita hanya akrab dengan kejadian-kejadian seperti itu tanpa krab dengan Zat pemilik kejadiannya, maka letihlah hidup kita.

Lain halnya kalau hati kita selalu bersama Allah. Perubahan apa saja dalam episode kehidupan dunia tidak akan ada satu pun yang merugikan kita. Artinya, memang kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla.

Di antara yang penting yang kita perhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terhadap dunia ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah mencintainya, dan barangsiapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia mencintainya."

Zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Bagi orang-orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tentram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada di sisi Allah.

Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan zuhud dalam kehidupan di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah." (HR. Ahmad, Mauqufan)

Andaikata kita merasa lebih tentram dengan sejumlah tabungan di bank, maka berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seharusnya kita lebih merasa tentram dengan jaminan Allah. Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rizki kita kalau tidak ada izin Allah.

Sekiranya kita memiliki orang tua atau sahabat yang memiliki kedudukan tertentu, hendaknya kita tidak sampai merasa tentram dengan jaminan mereka atau siapa pun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali dengan izin Allah.

Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Mahatahu akan segala kebutuhan kita.jangan ukur kemuliaan seseorang dengan adanya dunia di genggamannya. Sebaliknya jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita tidak menghormati seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita menghormati seseorang karena kedudukan dan kekayaannya, kalau meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata, maka ini berarti kita sudah mulai cinta dunia. Akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.

Mengapa demikian? Karena, hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita. Padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseorang yang sederhana itu sebagai isyarat bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.

Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan-keuntungan. Ketika hendak membeli suatu barang dan kita tahu harga barang tersebut di supermarket lebih murah ketimbang membelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya, sehingga kita mersa perlu untuk menawarnya dengan harga serendah mungkin, maka mulailah merasa beruntung jikalau kita menguntungkan ibu tua berimbang kita mendapatkan untung darinya. Artinya, pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan harga yang ditawarkannya daripada membelinya ke supermarket. Walhasil, keuntungan bagi kita justru ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.

Lain halnya dengan keuntungan diuniawi. Keuntungan semacam ini baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika bisa memberi lebih daripada yang diberikan oleh orang lain. Jelas, akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.

Bagi orang-orang yang cinta dunia, tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati, disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sangat merindukan kedudukan di sisi Allah, justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain. Cukup ini saja! Perkara berterima kasih atau tidak, itu samasekali bukan urusan kita. Dapatnya kita menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain pun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.

Sungguh sangat lain bagi ahli dunia, yang segalanya serba kalkulasi, balas membalas, serta ada imbalan atau tidak ada imbalan. Karenanya, tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari-harinya selalu penuh dengan tuntutan dan penghargaan, pujian, dan lain sebagainya, dari orang lain. Terkadang untuk mendapatkan semua itu ia merekayasa perkataan, penampilan, dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.

Bagi ahli zuhud tidaklah demikian. Yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin, dengan menghargai, memuliakan, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli-ahli zuhud. Lebih merasa aman dan menyukai apa-apa yang terbaik di sisi Allah daripada apa yang didapatkan dari selain Dia.

Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud.

"Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu," tulis Syaikh Ibnu Atho’illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma’rifat dan rahasia-rahasia."

Subhanallaah, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla. "Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35).


--Manajemen Qolbu ~ AA Gym--

Kamis, 05 April 2012

Antara Sabar dan Mengeluh


Pada zaman dahulu ada seseorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya. 
"Demi Allah, belum pernah aku melihat wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain karena pasti tidak pernah risau dan bersedih hati." 
Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya, "Apakah katamu hai saudaraku ? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku dalam hal ini." 

Abul Hassan bertanya, "Bagaimana hal yang merisaukanmu?" 
Wanita itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing qurban, dua orang anakku sedang bermain, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, maukah aku tunjukkan padamu bagaimana ayah menyembelih kambing?" Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu ?" Lalu ia menyuruh adiknya berbaring dan disembelihkannya leher adiknya itu. Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi mencarinya dan akhirnya mati kehausan dan ketika aku meletakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku, tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit badannya. Berita ini terdengar kepada anakku yang telah menikah dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pingsan sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara mereka semua." 

Lalu Abul Hassan bertanya, "Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat itu?" Wanita itu menjawab, "Tiada seorang pun yang dapat membedakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di antara keduanya ada jalan yang berbeda. Adapun sabar dengan memperbaiki yang lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka." 

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan dimana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan dari Allah. Firman Allah dalam sebuah hadist Qudsi:
"Tidak ada balasan bagi hamba-Ku yang mukmin, jika Aku ambil kekasahnya dari ahli dunia kemudian ia sabar, melainkan syurga baginya." 

Begitu juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama dan hukumnya haram. Karena itu Rasulullah SAW bersabda: "Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek baju, mengeluh dan menghina nasab orang." dan sabdanya pula, " Mengeluh itu termasuk kebiasaan jahiliyyah, dan orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah). 

Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan yang sabar dalam menghadapi segala musibah.

Rabu, 04 April 2012

MAYAT BANGUN DARI KUBUR


Jika Nauf boleh menghidupkan kuda milik Birdlaun milik Raja Faris atas izin Allah, maka Nabi Isa boleh menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah juga. Itulah mukjizat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya untuk menunjukkan kebesaran-Nya.

Tapi dasar orang kafir, walaupun Nabi Isa boleh menunjukkan mukjizat menghidupkan orang yang sudah mati, mereka masih menyangkalnya. "Sesungguhnya engkau hanya dapat menghidupkan mayat yang baru yang ada kemungkinan memang belum mati benar. Coba kau hidupkan mayat-mayat terdahulu jika kau boleh." Ujar mereka. Merasa ditentang kaumnya, Nabi Isa lalu berkata : "Silakan pilih mayat sekehendakmu," jawabnya. "Coba hidupkan Sam dan Nuh," kata mereka.

Kemudian Nabi Isa pergi ke makam Sam dan Nuh. Setelah bersembahyang di atas kuburnya, Isa berdoa kepada Allah meminta Allah menghidupkan mayat itu. Atas kekuasaan Allah kedua mayat yang sudah lama meninggal it bangkit kembali dari kuburnya. Rambut di kepala dan rambutnya sudah memutih.

Begitu melihat keduanya hidup kembali, Isa bertanya, "Mengapa rambutmu sudah memutih semacam itu,". Keduanya lalu menjawab bahawa mendengar panggilan Isa, ia mengira hari kiamat sudah tiba. "Berapa lama kau sudah meninggal?" tanya Isa. "Empat ribu tahun, tetapi sampai sekarang belum hilang rasa sakit matiku." Jawabnya. Melihat mukjizat Allah, berimanlah semula orang-orang yang kafir itu.


-Kumpulan Kisah Teladan-

Do’a Untuk Orang Tua


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,

atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa'at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa'at untuk mereka,

sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta
rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

****


 Mari kita kenang dosa kepada orang tua kita.
 Siapa tahu hidup kita dirundung nestapa karena kedurhakaan kita.
 Karena kita sudah menghisap darahnya, tenaganya, airmatanya,  keringatnya.




 Istighfar, istighfarlah
 Barangsiapa yang matanya pernah sinis melihat orangtuanya.
 Atau kata-katanya sering mengiris melukai hatinya,  atau yang jarang memperdulikan dan mendoakannya.
 Percayalah bahwa anak yang durhaka siksanya didahulukan didunia ini.


 Istighfar yang pernah mendholimi ibu bapaknya.


 Astaghfirullahal Adhiim
 Astaghfirullahal Adhiim




-Manajemen Qolbu-

Sekelumit Tentang Syurga Dan Neraka


SYURGA 

* Nilai dunia dibanding syurga: Firman Allah SWT dalam Surah An-Nisa' : 77 yang artinya : "Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertaqwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun." 
Rasulullah SAW bersabda : "Tidaklah dunia ini dibanding kenikmatan akhirat kecuali seperti salah seorang diantaramu yang mencelupkan jarinya ke dalam air laut, maka lihatlah berapa banyak air yang ada di jarinya." (HR. Muslim). 

* Keindahannya
Rasulullah SAW pernah menjelaskan keindahan syurga diantaranya adalah : "Batu batanya dari emas dan perak, perekat (batu-batu) nya berupa misik harum, kerikilnya berupa permata dan yakut dan tanahnya dari za'faran. Barangsiapa memasukinya akan mendapatkan kenikmatan dan tidak pernah celaka, kekal tidak mati, pakaiannya tidak akan usang dan selalu awet muda." (Hadits shahih riwayat Ahmad, dan Tirmidzi).

* Makanan, minuman dan pakaian penghuninya
Firman Allah SWT dalam Surah Al-Waqi'ah : 20 - 21 yang artinya : "Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan." 

Dalam Surah Al-Insan : 5 yang artinya : "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur." 
Juga dalam Surah Al-Insan : 21 yang artinya : "Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih." 

* Bidadari
Firman Allah dalam Surah Ad-Dukhan : 54 yang artinya : "Demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari." 

Allah SWT, dalam Surah Ar-Rahmaan juga mensifati mereka dengan cantik dan jelita, putih bersih dipingit dalam rumah, dan belum pernah tersentuh oleh jin maupun manusia (ayat 65 - 69). 
Rasulullah SAW juga bersabda : "Jika wanita penghuni syurga turun ke dunia ini, tentu antara langit dan bumi ini akan bersinar, dan bau harumnya akan bersenar memenuhinya dan mahkota di kepalanya lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Bukhari). 

NERAKA 

* Kedalamannya
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata : "Ketika sedang bersama Rasulullah, kami mendengar sesuatu jatuh. Maka beliau bersabda, 'Tahukah kalian suara apa itu?'. Kami menjawab, 'Allah dan RasulNya lebih tahu'. Beliau bersabda, 'Itu adalah suara batu yang dilemparkan ke neraka semenjak 70 tahun yang lalu, dan ia sekarang masih meluncur ke (dasar) neraka." (HR. Muslim). 

* Panasnya
Rasulullah SAW bersabda: "Api kita adalah satu bagian diantara 70 bagian dari api neraka (1/70)." (HR. Muslim). 

* Makanan, minuman dan pakaian penghuninya
Firman Allah dalam Surah Al-Waqi'ah : 51 - 55 yang artinya : "Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, dan akan memenuhi perutmu dengannya. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum." 

Rasulullah SAW bersabda : "Seandainya setetes zaqqum jatuh ke dunia, tentu akan merusak kehidupan penduduk bumi. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang menjadikannya sebagai makanan?." (Hadits hasan shahih menurut Tirmidzi). 
Dan FirmanNya dalam Surah Muhammad : 15 yang artinya : "...dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya." 
Dan FirmanNya juga dalam Surah Al-Hajj : 19 - 20 yang artinya : "Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)." 

Ibrahim At-Taimi jika membaca ayat ini, ia berkata, "Maha suci Dzat yang telah menciptakan pakaian dari api." (Akhwalul Jannah wa An-Naar, Sulaiman A). 


*Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia*

Untuk Istri - Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita


Untuk semua wanita yang bergelar istri maupun yang bakal menjadi istri... mari kita hayati apa yang terbetik dalam syair dibawah ini. 




Untuk Istri


Pernikahan ataupun perkawinan,
Membuka tabir rahasia,

Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad,
Tidaklah setakwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf..

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh ...

Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nakhoda kapal, kamu navigatornya,

Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa, kamu lah penawar obatnya,
Seandainya suami masinis yang lancang, sabarlah memperingatkannya ...

Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Khadijah,
Yang begitu sempurna di dalam menjaga
Pun bukanlah Hajar,
Yang begitu setia dalam sengsara
Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi sholehah...


Aamiin...



*Cerita-cerita Islam*

Keutamaan Ilmu Daripada Harta


Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya." 
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat. 
Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami." 

Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?" 
"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pengetahuan atau harta benda, dan terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama. 
"Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali. 
Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?" 

"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya," jawab Khalifah Ali. 
Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua. 
Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya." 

Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang." 
Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap." 
Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia." 

Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya." 
Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya." 
Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si 'Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil." 

Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur." 
Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu. 


-Kumpulan Kisah Teladan-

Menjaga Pandangan


Satu hal yang hendaknya dicamkan benar-benar oleh setiap hamba Allah adalah bahwa Allah Azza wa Jalla itu ghafururrahiim. Dia adalah satu-satunya Zat yang mempunyai samudera ampunan dan kasih sayang yang Mahaluas. Tak ada dosa sebesar apapun yang tidak tenggelam dalam samudera ampunan dan rahmat kasih sayang-Nya, sejauh tidak menyekutukan-Nya.

Pantaslah Syaikh Ibnu Athoillah di dalam kitabnya yang terkenal, Al Hikam, menasehatkan, "Jika terlanjur berbuat dosa maka janganlah hal itu sampai menyebabkan patah hatimu untuk mendapatkan istiqamah kepada Tuhanmu. Sebab, kemungkinan yang demikian itu sebagai dosa terakhir yang telah ditakdirkan bagimu."

Hati yang sakit, atau bahkan mati, disebabkan oleh noktah-noktah dosa yang bertambah dari waktu ke waktu karena amal perbuatan yang kurang terpelihara, sehingga menjadikannya hitam legam dan berkarat. Akan tetapi, bagaimana pun kondisi hati kita saat ini, tak tertutup peluang untuk sembuh, sehingga menjadi hati yang sehat sekiranya kita berjuang sekuat-kuatnya untuk mengobatinya. Ada empat virus perusak hati yang harus kita waspadai agar hati yang sakit atau mati dapat disembuhkan. Sementara hati yang sudah sehat pun dapat terawat dan terpelihara kebeningannya. Mudah-mudahan dengan mewaspadai keempat hal tersebut Allah Azza wa Jalla menolong kita.

Salah satunya yang membuat hati ini semakin membusuk, kotor dan keras membatu adalah tidak pandainya kita menahan pandangan. Barang siapa yang ketika di dunia ini tidak mahir menahan pandangan, gemar melihat hal-hal yang diharamkan Allah, maka jangan terlalu berharap dapat memiliki hati yang bersih. Umar bin Khattab pernah berkata, "Lebih baik aku berjalan di belakang singa daripada berjalan di belakang wanita." Orang-orang yang sengaja mengobral pandangannya terhadap hal-hal yang tidak hak bagi dirinya, tidak usah heran kalau hatinya lambat laun akan semakin keras membatu dan nikmat iman pun akan semakin hilang manisnya.

Sebenarnya bukan hanya mengumbar pandangan terhadap lawan jenisnya, melainkan juga orang yang matanya selalu melihat dunia ini. Melihat sesuatu yang tidak ia miliki : rumah orang lain yang lebih mewah, mobil orang lain yang lebih bagus, atau uang orang lain yang lebih banyak. Hatinya lebih bergejolak memikirkan hal-hal yang tidak dimilikinya daripada menikmati apa-apa yang dimilikinya..

Karenanya kunci bagi orang yang memiliki hati yang bening adalah tundukkan pandangan! Mendapati lawan jenis yang bukan muhrim, cepat-cepatlah tundukkan pandangan. Kalau melihat dunia jangan sekali-kali melihat ke atas. Akan capek kita jadinya, karena rizki yang telah menjadi hak kita tidak akan kita dapatkan. Lebih baik lihatlah ke bawah. Tengoklah orang yang lebih fakir dan lebih menderita daripada kita. Lihatlah orang yang jauh lebih sederhana hidupnya. Semakin sering melihat ke bawah, subhanallah, hati ini akan semakin dipenuhi oleh rasa syukur dibanding dengan orang yang suka menengadah ke atas.

Kalaupun kita akan melihat ke atas, tancapkan pandangan kita ke yang Mahaatas sekaligus, yakni kepada Zat Penguasa alam semesta. Allahu Akbar! Lihatlah Kemahakuasaan-Nya, Allah Mahakaya dan tidak pernah berkurang kekayaan-Nya walaupun selalu kita minta sampai akhir hayat. Orang yang hanya melihat ke atas dalam urusan dunia, hatinya akan cepat kotor dan hancur. Sebaliknya, kalau tunduk dalam melihat dunia dan tengadah dalam melihat keagungan serta kebesaran Allah, maka tidak bisa tidak kita akan menjadi orang yang memiliki hati bersih yang selamat.

Buya Hamka (alm) pernah berkata, "Mengapa manusia bersikap bodoh? Tidakkah engkau tatap langit yang biru dengan awan yang berarak seputih kapas? Atau engkau turuni ke lembah sehingga akan kau dapatkan air yang bening. Atau engkau bangun di malam hari, kau saksikan bintang gemintang bertaburan di langit biru dan rembulan yang tidak pernah bosan orang menatapnya. Atau engkau dengarkan suara jangkrik dan katak saling bersahutan. Sekiranya seseorang amat gemar memandang keindahan, amat senang mendengar keindahan, niscaya hatinya akan terbebas dari perbuatan keji. Karena sesungguhnya keji itu buruk, sedangkan yang buruk itu tidak akan pernah bersatu dengan keindahan."

Berbahagialah orang yang senang melihat kebaikan orang lain. Tatkala mendapatkan seseorang tidak baik kelakuannya, ia segera mahfum bahwa manusia itu bukanlah malaikat. Di balik segala kekurangan yang dimilikinya pasti ada kebaikannya. Perhatikanlah kebaikannya itu sehingga akan tumbuh rasa kasih sayang di hati. Mendengar seseorang selalu berbicara buruk dan menyakitkan, segera mahfum. Siapa tahu sekarang ia berbicara buruk, namun besok lusa berubah menjadi berbicara baik. Karenanya, dengan mendengarkan kata-kata yang baik-baiknya saja, niscaya akan tumbuh rasa kasih sayang di hati.

Jalaluddin Rumi pernah berkata, "Orang yang begitu senang dan nikmat melihat dan menyebut-nyebut kebaikan orang lain bagaikan hidup di sebuah taman yang indah. Ke sini anggrek, ke sana melati. Pokoknya kemana saja mata memandang yang nampak adalah bebungaan yang indah dan harum mewangi. Dimana-mana yang terlihat hanya keindahan. Sebaliknya, orang yang gemar melihat aib dan kejelekkan orang lain, pikirannya hanya diselimuti dengan aneka keburukan sementara hatinya hanya dikepung dengan prasangka-prasangka buruk. Karenanya, kemana pun matanya melihat, yang tampak adalah ular, kalajengking, duri, dan sebagainya. Dimana saja ia berada senantiasa tidak akan pernah dapat menikmati indahnya hidup ini."

Sungguh berbahagialah orang yang pandai memelihara pandangannya karena ia akan senantiasa merasakan nikmatnya kebeningan hati. Allah Azza wa Jalla adalah Zat Maha Pembolak-balik hati hamba-Nya. Sama sekali tidak sulit baginya untuk menolong siapapun yang merindukan hati yang bersih dan bening sekiranya ia berikhtiar sungguh-sungguh. Allahu’alam.

-Manajemen Qolbu-